Ayah.
Dulu ayah kuat kan?
Habis keluar segala kederat.
Tu badan ayah tu,
basah aje dengan keringat.
Semua ayah buat.
Untuk terangkan malam yang likat.
Ayah
Ingat tak dulu kita pernah susah?
Sana sini tanggung beban.
Tapi ayah tak putus cari jalan.
Tak pernah walau sekali.
Ayah kata,
"tu semua untuk kesenangan.
Dan jugak masa depan."
Ayah.
Dulu sebelum pergi tadika,
ayah selalu tocangkan rambut ini.
Sebab ibu dah pergi kerja.
Lepastu ayah hari-hari kata,
"Adik beradik jangan sengketa,
hormati orang tua,
tu, jangan lupa pada Pencipta."
Jangan risau yah.
Masih segar lagi dalam kepala.
Ayah.
Terima kasih yah.
Tak tahu dari segi apa.
Senang cerita,
terima kasih ayah.
BUAT SEGALANYA.
-150614
Bangsar Utama
"selamat hari ayah, Ayah"
Dulu ayah kuat kan?
Habis keluar segala kederat.
Tu badan ayah tu,
basah aje dengan keringat.
Semua ayah buat.
Untuk terangkan malam yang likat.
Ayah
Ingat tak dulu kita pernah susah?
Sana sini tanggung beban.
Tapi ayah tak putus cari jalan.
Tak pernah walau sekali.
Ayah kata,
"tu semua untuk kesenangan.
Dan jugak masa depan."
Ayah.
Dulu sebelum pergi tadika,
ayah selalu tocangkan rambut ini.
Sebab ibu dah pergi kerja.
Lepastu ayah hari-hari kata,
"Adik beradik jangan sengketa,
hormati orang tua,
tu, jangan lupa pada Pencipta."
Jangan risau yah.
Masih segar lagi dalam kepala.
Ayah.
Terima kasih yah.
Tak tahu dari segi apa.
Senang cerita,
terima kasih ayah.
BUAT SEGALANYA.
-150614
Bangsar Utama
"selamat hari ayah, Ayah"
No comments:
Post a Comment